Kunyit
Curcuma longa L.
Eksplorasi Informasi Lengkap:
Menyembuhkan nyeri sendi, peradangan, dan melancarkan peredaran darah.
Curcumin, Desmetoksikurkumin, Bisdesmetoksikurkumin.
-
Menyembuhkan nyeri sendi dan peradangan kronis: Senyawa curcumin yang terdapat dalam kunyit adalah salah satu zat anti inflamasi yang paling ampuh di dunia. Rimpang ini sangat baik untuk mengatasi nyeri dan peradangan sendi yang kronis, dan hebatnya, tanpa efek samping sama sekali. Sifat anti inflamasi yang tinggi membuat kunyit sangat efektif mengatasi rheumatoid arthritis dan mengurangi gejala inflamasi akibat penyakit tersebut.
-
Meredakan depresi: Kemampuan curcumin untuk mengelola depresi jauh lebih efektif daripada obat modern yang bernama Prozac. Obat tersebut seringkali diberikan pada pasien yang mengalami depresi berat, namun memiliki efek samping yang berbahaya bagi tubuh. Mengonsumsi seduhan kunyit secara teratur dapat mengurangi perasaan tertekan dan memberikan rasa tenang bagi penderita depresi tanpa efek samping.
-
Diabetes: Kunyit terbukti dapat menurunkan kadar glukosa darah dan mencegah resistensi insulin. Senyawa curcumin menekan produksi glukosa pada hati dan dapat bekerja sebagai zat anti diabetes dan antioksidan, terutama untuk diabetes tipe 1. Selain itu kunyit juga meningkatkan fungsi metabolisme dan mengurangi risiko penumpukan plak pada arteri pasien diabetes tipe 2.
-
Kanker: Penelitian terbaru menunjukkan kunyit adalah musuh yang kuat untuk kanker. Curcumin menunjukkan kemampuan hebat dalam menghambat pertumbuhan dan membunuh sel kanker, meningkatkan tingkat antioksidan dan sistem kekebalan tubuh. Kunyit memerangi kanker dengan meningkatkan fungsi mitokondria sel, dan juga meningkatkan metabolisme.
-
Penuaan kulit: Kunyit memiliki banyak sifat penyembuhan untuk kulit. Ekstrak rimpang ini memiliki zat anti inflamasi alami sehingga mengurangi kemerahan atau iritasi kulit lainnya. Senyawa anti bakteri menjaga keseimbangan kulit dan mencegah noda akibat jerawat. Kunyit dapat meningkatkan tekstur kulit karena kaya akan antioksidan.
-
Kesehatan otak dan memori: Kunyit sangat berkhasiat bagi kesehatan otak dan untuk meningkatkan fungsi memori. Ketika fungsi otak bekerja dengan baik, penyerapan hormon seratonin dan melatonin meningkat. Jadi, dengan menyembuhkan fungsi dasar otak, Anda juga dapat menyembuhkan penyakit mental lainnya.
-
Penyakit Alzheimer: Peradangan dalam otak telah diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi dalam perkembangan penyakit Alzheimer. Penelitian telah menunjukkan bahwa kunyit memiliki aktivitas anti inflamasi dan antioksidan. Oleh karena itu, konsumsi harian rutin kunyit dapat menjadi cara yang efektif untuk mencegah timbulnya penyakit Alzheimer.
-
Asma: Kunyit dapat membantu mengurangi peradangan yang terkait dengan asma. Tambahkan 1 sendok teh bubuk kunyit dengan segelas susu hangat, dan minum campuran ini sebagai obat asma rumahan yang efektif.
-
Pilek dan flu: Zat anti bakteri, anti virus, dan anti jamur dari kunyit dapat membantu tubuh melawan pilek, batuk dan flu. Karena itu, ketika gejala infeksi ini hadir, segera campur satu sendok teh bubuk kunyit ke dalam segelas susu hangat dan minum satu gelas setiap hari.
-
Menurunkan berat badan: Curcumin dalam kunyit membantu meningkatkan aliran empedu, yakni komponen penting dalam pemecahan lemak makanan. Menambahkan satu sendok teh bubuk kunyit dalam makanan membantu penurunan berat badan yang efektif. Tentu saja cara ini harus dikombinasikan dengan diet sehat dan olahraga.
Langkah Pengolahan
awd
Dosis & Aturan Pakai
3-10g ; Tincture: 1-4ml
● Beberapa orang menunjukkan reaksi alergi terhadap kunyit, terutama setelah dioleskan pada kulit. Reaksi yang muncul biasanya gatal dan ruam ringan. ● Konsumsi ekstrak kunyit dosis tinggi yang terus menerus dapat menyebabkan tekanan pada perut atau hati, dehidrasi dan sembelit. Oleh karena itu, penderita penyakit batu empedu sebaiknya tidak mengonsumsi ekstrak kunyit. ● Jika sedang mengonsumsi obat-obatan pengencer darah (misalnya Aspirin), sebaiknya berkonsultasi dengan dokter karena kunyit karena dapat mencegah pembekuan darah.
Kunyit merupakan tanaman dengan sejarah yang panjang. Rimpang ini sudah dikenal sebagai obat berkhasiat sejak sekitar 4000 tahun yang lalu. Di Asia Tenggara, kunyit digunakan tidak hanya sebagai bumbu dasar masakan, namun juga sebagai komponen dari ritual-ritual agama. Tanaman yang dalam bahasa Inggris disebut Turmeric atau Indian Saffron ini tumbuh secara liar di hutan-hutan Asia bagian Selatan seperti India, Indonesia, Vietnam, Thailand dan kawasan Asi Pasifik lainnya.
Pada zaman dahulu, di pegunungan tinggal seorang pemburu muda bersama ibunya. Suatu hari, saat mengejar hewan buruan, ia terjatuh dari gunung dan mengalami luka berat. Karena keluarganya miskin dan tidak mampu berobat, ia hanya bisa pulang dan terbaring di rumah. Mengingat dirinya tidak bisa merawat ibu yang sudah tua, malah harus dirawat oleh ibu yang tubuhnya lemah, sang pemburu menjadi sangat gelisah dan kehilangan nafsu makan. Melihat hal itu, ibunya sangat cemas dan berusaha membuat makanan lezat agar anaknya mau makan. Walaupun di rumah ada daging buruan, sang anak tetap tidak berselera dan enggan makan. Di pegunungan terdapat tanaman herba bernama kunyit. Sang ibu mendengar dari tetangga bahwa tanaman ini adalah bumbu masak yang dapat meningkatkan nafsu makan, sehingga ia pun pergi ke gunung untuk memanennya. Ibu tersebut memasukkan kunyit ke dalam masakan. Karena aromanya yang khas, sang pemburu muda akhirnya berselera makan. Anehnya, setelah memakan masakan kunyit, luka dan penyakit pada tubuh sang pemburu berangsur membaik dari hari ke hari, bahkan dalam waktu kurang dari setengah bulan ia sembuh total. Kisah ini pun menyebar luas, hingga orang-orang di sekitar mengetahui bahwa kunyit dapat mengobati luka benturan, memar, dan nyeri.
Kunyit memiliki daun hijau, panjang sekitar 30–60 cm, dengan urat miring menyerupai daun pisang merah namun lebih kecil. Bunganya berwarna merah dan putih, layu menjelang pertengahan musim gugur, dan tidak berbuah. Akarnya berwarna kuning, berlekuk dan melingkar seperti jahe, berbentuk bulat dan beruas. Akar dipanen pada bulan Agustus, diiris dan dijemur untuk digunakan.
Bahasa Mandarin: 姜黄 Bahasa Latin: Curcuma longa L. Bahasa Inggris: Turmeric
● Nama lain dalam TCM: 郁金 yujin, 宝鼎香 baodingxiang, 黄姜 kunyit kuning, dan lain-lain. ● Ordo: Zingiberales. ● Famili: Zingiberaceae. ● Sifat dan rasa (TCM): pedas dan pahit, bersifat sangat dingin (ada pendapat lain yang menyebutkan bersifat hangat). ● Khasiat utama dalam TCM: melancarkan peredaran darah dan qi, melancarkan meridian, serta meredakan nyeri.
Kunyit sebagai Bumbu Kunyit adalah bahan obat Tiongkok yang umum digunakan, sekaligus rempah untuk menambah aroma dan warna saat memasak daging. Contohnya bubuk kari yang umum digunakan di India dibuat dari banyak bubuk kunyit, lada putih, cabai, adas kecil, dan bahan lainnya, dengan cita rasa lembut, kaya, dan aroma yang kuat.
Panduan budidaya belum tersedia.
Referensi belum tersedia.